Googler is googling with google

Ini lah yang bisa dilakukan kalau ngak ada kerjaan, bukan ngak ada kerjaan ( ralat ) tapi sedang mencari sensai baru dengan sebuah pekerjaan, mungkin menulis adalah hal yang lebih memberikan sensasi beda…

Cara paling indah dalam mencari informasi di dunia yang relatif terhadap kecepatan dan keakuratan adalah dengan menggunakan mesin pencari terbaik di dunia saat ini yaitu google. ingin tau mengapa, kenapa, dan bagaimana?

Kita patut berterima kasih buat dua orang sahabat yang sedang mengecap pendidikan doktoralnya di stanford tapi pada akhirnya tidak lulus dan hanya menjadi doctoral wannabe dan memilih jalan untuk berkolaborasi mencipta mesin pencari terbaik dunia yaitu google. Kedua sahabat tersebut adalah brain dan page.

Google sendiri adalah mesin pencari yang memungkinkan seseorang untuk mencari sesuatu tanpa harus menjadi seorang ahli, semua telah dijadikan mudah dengan proses yang dilakukan oleh mesin pencari ini, jika dahulu kala anda akan menemukan apa yang anda cari apabila anda mengerti struktur data atau dengan kata lain memerlukan keahlian seorang pencari data yang unik, tapi sekarang anda hanya perlu mengetik dan mengklik. Brain dan Page telah melakukan terobosan dalam pencarian.

Google memiliki sesuatu yang biasa disebut robot yang berfungsi untuk mencari hal baru dari seluruh dunia, dari seluruh website yang ada di dunia, kemudian mengindexnya atau membuat struktur sendiri yang nantinya akan menjadi kata kunci untuk mencari apa yang kita butuhkan. Inilah yang dilakukan dengan kecepatan dan keakuratan.

Cukup dulu ya untuk pelajaran secara dan mekanisme teknikalnya dan masih banyak lagi mengenai google, tapi yang menjadi hal yang menarik adalah bagaimana menjadikan pencarian di google yang menyebabkan anda menjadi googler dan melakukan googling menarik adalah terus bergoogling, semakin hari google semakin menarik dan pastinya memudahkan setiap orang, kita dapat memiliki pencarian tercepat dengan google whonder wheel, pencarian terakurat dengan google spell option, pencarian terefektif dengan google time option, dan lainnya.

Google dengan keringannan dan kecepatan, efektifitas dan akurasi.

keep googling with google hai you googler.

Share Story : Derivative

Sumber: Harian KONTAN
Hari Senin tanggal 5 Januari 2009
Oleh: Thomas Hadiwinata

Korban Accumulator
Menggadaikan Warisan di Singapura

Kisah sedih tentang krisis keuangan global belum seberapa. Kemarin-kemarin, kita baru mendengar kerugian para investor di bursa saham. Sementara cerita nasabah bank yang bangkrut karena bermain produk derivative di saat krisis belum banyak terdengar. Padahal nilai kerugian investor di produk terstruktur ini tak kalah massif. Simak saja kisah Sari, seorang warga Surabaya.

Kesulitan bisa datang dari mana saja. Sari, nama samara seorang warga di Surabaya, menyebut kefasihannya berbahasa Inggris sebagai asal muasal ia menjadi korban transaksi derivative valuta ini.

Selama ini Sari menjadi nasabah sebuah bank asing asal Amerika Serikat, kita sebut saja Bank Krisis. Bank itu menawarkan produk accumulator karena perempuan berumur sekitar 40 tahunan ini menyimpan dana lebih dari US$ 4 juta. “Padahal tidak semua uang itu milik saya”, ujarnya kepada KONTAN saat mengawali kisah sedih ini di kantor pengacara Agustinus Hutajulu, akhir pekan lalu.

Sari ingat, awal menjadi nasabah Bank Krisis 1990-an silam. Ia mewarisi uang milik kedua orangtuanya. Ada banyak alas an sehingga Sari yang tinggal di Surabaya mau repot-repot menyimpan uang dalam bentuk deposito dolar di Bank Krisis cabang Singapura.

Di saat krisis moneter menimpa Indonesia, lima-enam kerabat sari ikut menitipkan dana di depositonya. Para kerabat ini tak mau repot membuka rekening baru dan memilih menitipkannya kepada Sari yang dianggap faham karena fasih berbahasa Inggris.

Karena tak pernah diutak-atik, tentu deposito berjangka itu menggendut seiring perjalanan waktu. Pada 2006, Sari yang meskipun termasuk well off namun belum bisa disebut super kaya, masuk ke dalam radar manajer pemasar produk accumulator Bank Krisis.

Setelah empat kali mendapatkan penawaran, akhirnya Sari bersedia menemui sang pemasar. Sari yang sehari-hari tinggal di Surabaya dan sang pemasar yang berkantor di Singapura sepakat untuk bertatap muka di Jakarta.
Sang pemasar accumulator menggelar presentasi di coffee lounge Hotel Grand Hyatt, Jakarta. “Bagi nasabah yang dananya di atas US$ 5 juta, mereka presentasi di business lounge di lantai 22 Grand Hyatt,” ujar Sari.

Singkat kata, sang pemasar berhasil meyakinkan Sari. Ada satu kalimat sang manajer yang diingat betul oleh Sari, “Anda tak perlu takut, toh yang dimainkan dalam transaksi ini bukan uang anda, tapi uang bank.” Jika melihat cara kerja accumulator, kalimat sang manajer ini benar-benar menyesatkan.

Beginilah kurang lebih, mekanisme accumulator. Bank Krisis menyalurkan pinjaman dalam mata uang yen kepada Sari, sebesar nilai deposito Sari. Supaya tak menimbulkan kecurigaan karena seorang ibu rumah tangga bisa mendapat pinjaman yen, Bank Krisis merancang sebuah skema.

Kredit mengalir ke rekening perusahaan yang berbasis di Swiss sebagai proksi dari Sari. Perusahaan inilah yang namanya tercatat di buku bank sebagai debitur. Perusahaan ini juga yang menjadi proksi Sari dalam menjual dan membeli berbagai produk derivative.

Sementara peran Sari sebagai nasabah adalah merelakan depositonya sebagai jaminan transaksi.

Cara accumulator mendulang untung tak ubahnya dengan transaksi carry forward. Intinya, Sari meminjam valuta rendah, lalu kemudian menginvestasikannya ke mata uang yang berbunga tinggi. Tentu transaksi carry forward ini tak lepas dari asumsi bahwa nilai tukar kedua valuta tak akan mengalami fluktuasi yang drastis.

Sepanjang 2007, Sari sempat mendulang untung dari accumulator. Bank Krisis pun pernah menaikkan pagu pinjaman Sari sampai US$ 11 juta. Namun bulan madu Sari dengan accumulator tidak berlangsung lama. Ia mengingat petugas Bank Krisis menghubunginya di masa libur Lebaran. Kabarnya singkat dan membingungkan Sari. Ia diminta menambah isi deposito sebagai jaminan atau melikuidasi asset.

Sari pun berangkat ke Singapura pada 7 Oktober untuk mencari tahu. “Baru saat itu saya benar-benar membaca kontraknya yang mengatakan bahwa deposito saya menjadi jaminan accumulator,” ucapnya sedih.

Menurut hitungan sang bankir, jika Sari memilih melikuidasi seluruh asetnya, masih ada peluang ia akan mendapatkan dana sekitar US$ 300.000. Daripada kehilangan seluruh duit, Sari pun mengiyakan.

Namun sungguh perubahan angin di pasar uang saat itu sedang keras-kerasnya. Sekedar mengingatkan, di pekan-pekan itulah, nilai tukar yen melonjak drastic terhadap dollar Amerika dari 120 yen per dolar AS menjadi 80 yen per dolar AS. Sementara valuta yang menjadi mesin pemutar asset accumulator, mulai dari dolar Australia, dolar Selandia Baru, maupun rupiah, justru longsor nilainya.

Permintaan likuidasi Sari baru terlaksana empat hari kemudian. “Bank saya kesulitan mencari lawan pembeli,” tutur Sari. Karena waktu likuidasi berbeda, tentulah hitungan kerugian berbeda pula.

Sari tak Cuma kehilangan seluruh depositonya. Ia juga masih harus membayar kerugian sekitar US$ 600.000 karena di saat melikuidasi accumulator, nilai yen sedang tinggi-tingginya.

Sari mengaku tak sanggup menutup kerugian yang tersisa. “Saya minta bank member keringanan. Toh manajernya tak member penjelasan lengkap,” tukasnya pahit.

Kini Sari belum menemukan cara menjelaskan kisah tragis ini pada kerabatnya.

Disclaimer: kebenaran mengenai mekanisme produk accumulator menjadi tanggung jawab penulis

Laba Rp 4 T hingga rights issue bulan desember – Bank Mandiri

Tulisan ini hanya hasil search di google untuk 4 hari yang lalu, mengenai apa saja yang terjadi dengan bank mandiri.

Dimulai dari hasil search paling akhir yaitu

Laba Rp 4T

kabar yang menggembirakan yaitu Laba Rp 4  T yang telah berhasil di cetak oleh bank mandiri pada semester 1 2010, naik 37,8 % dari priode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 2,9 T. Direktur Utama bank mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, kenaikan laba bersih ini didukung oleh naiknya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 8,2% di semester I-2010 dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 9,36 triliun. Selain itu juga didukung pertumbuhan fee based income menjadi Rp 3,66 triliun, dari Rp 2,605 triliun.

sumber : http://www.detikfinance.com/read/2010/07/23/164556/1405475/5/laba-bank-mandiri-capai-rp-4-triliun?f9911033

http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/07/23/685501/bank-mandiri-cetak-laba-rp4-t-di-semester-i-2010/

Pembobolan ATM

Untuk yang satu ini mungkin berita yang kurang menyenangkan, tapi dalam minggu ini bank mandiri telah mengalami pembobolan ATM yaitu ATM bank mandiri yang berada di Kilang Balongan. Aksi pembobolan ini tergolong nekat karena lokasi ATM hanya 50 meter dari lokasi masuk kilang minyak, semoga ini tidak terjasi lagi.

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/118380

Rights issue bank mandiri

Bank mandiri telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan rencana penawaran umum terbatas pada bulan desember 2010, rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari mentri keuangan dan mentri perekonomian yang merupakan pemegang saham terbesar.

Dengan demikian peraturan pemerintah akan segera diterbitkan dan menungu persetujuan dari DPR. Nantinya rights issu ini akan menambah Rp 7 T modal dari bank mandiri.

sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/166575-rights-issue-bank-mandiri-desember

Inilah beberapa berita yang menyangkut bank mandiri pada minggu lalu, dari berita prestasi profit, pembobolan ATM, hingga rights issue yang akan menambah 7T modal bank.

bank mandiri terdepan, terpercaya, tumbuh bersama anda

Wirausaha Muda Mandiri – Book Reviews

Kisah yang menginspirasikan tentang anak muda yang mau berpikir beda dari yang lain, memberikan effort lebih untuk apa yang dia rencanakan untuk masa depan yang dia inginkan.

Diangkat dari sebuah program CSR ( Coporate Social relationship ) yang diberikan oleh PT Bank Mandiri ( Persero ) Tbk, mengakat kisah sukses dari anak bangsa yang keluar dari belenggu pekerjaan menjadi wirausahawan.

Sejak tahun 2007 program ini telah di mulai megakat latar belakang dimana generasi mudah Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja tapi menjadi pencipta lapangan kerja.

Buku Wirausaha Muda Mandiri ini berisikan 24 kisah sukses yang di mulai sejak bangku kuliah, mengalami jatuh bangun dalam mengembangkan usahanya, sebelum akhir nya sukses. Ke-24 orang tersebut adalah pemenang kompetisi wirusaha muda yang diadakan oleh bank mandiri. Ada seorang Elang Gumilang yang telah memiliki omset miliaran rupiah setiap tahun dari bisnis property. Ada juga Firmansyah yang rela menyimpan rapi ijazah sarjana hukumnya dari UGM demi membangun Tela Krezz. Henky Eko (Cak Eko) yang sampai gagal sepuluh kali sebelum jadi pemlik waralaba Bakso Malang. Prinsip ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) serta PISS (Positive thinking, Ikhtiar, Sedekah dan Sukses dunia akhirat) yang dianut oleh Saptuari telah mengantarkannya menjadi pemilik Kedai Digital yang kini telah memiliki 31 outlet di 21 kota dengan omset mencapai 1,5 Milyar. Atau kisah Jefri van Novis yang mau berjualan pakaian dalam Bonita di pasar Bukittinggi untuk menjadi pemilik “Bonita Air”. Lain lagi dengan kisah Annisa yang sukses memasarkan busana muslimahnya lewat butik online.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.